Setelah UNAR: Ijin Amatir Radio (IAR) dan KTA Orari

Jadi, setelah mendaftar Ujian Negara Amatir Radio, mengikuti bimbingan ujian yang diadakan oleh ORARI Daerah Jakarta (ODJ), saya akhirnya dinyatakan lulus dan mendapatkan Surat Kecakapan Amatir Radio (SKAR). Dengan sistem online ini hasil SKAR saya terima melalui email kurang dari 24 jam setelah Ujian selesai.

Selanjutnya setelah mendapatkan SKAR, waktunya mengurus Ijin Amatir Radio dan Kartu Tanda Anggota ORARI. Ijin Amatir Radio (IAR) ini semacam Surat Ijin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan, tapi bukan dikeluarkan oleh POLDA, melainkan oleh Dirjen SDPPI, Kementrian Komunikasi dan Informatika.  Nah, karena dikeluarkan oleh KEMENKOMINFO, yang juga menyelenggarakan UNAR, saya sempat berharap kalau IAR ini juga akan dikeluarkan secara online. Setelah menunggu 1-2 hari dan cek ke BALMON, ternyata IAR harus diurus melalui ORARI.

Berhubung alamat saya di Jakarta Selatan, maka saya menghubungi ORARI Lokal Jakarta Selatan. Oleh pengurus lokal saya diarahkan langsung ke ORARI Daerah Jakarta (ODJ). Alamat ORARI Daerah Jakarta bisa dicari di google map. Jam kerja ORARI Daerah Jakarta adalah Senin – Jum’at, dari jam 2 siang hingga 9 malam.

Persyaratan yang harus dibawa pada saat pengurusan IAR dan Kartu Tanda Anggota (KTA) ORARI untuk anggota baru tingkat siaga:

  1. Foto 3×4 sebanyak 6 buah, dengan latar belakang merah
  2. KTP asli atau fotocopy
  3. Surat Kecakapan Amatir Radio (SKAR)
  4. Membayar uang iuran untuk IARU, ORARI dan KEMENKOMINFO, seragam dan papan callsign, total sebesar Rp. 695.000

Di ODJ saya dibantu oleh Mbak Ros. Setelah menandatangani beberapa formulir, saya pun mendapatkan callsign YD0SPU. Belum resmi, karena IAR dan KTA masih belum jadi. “Mudah-mudahan akhir Oktober bisa jadi ya”, kata Mbak Ros.

Sampai jumpa di udara……..

4 thoughts on “Setelah UNAR: Ijin Amatir Radio (IAR) dan KTA Orari”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *