Bikin Sendiri Dudukan Panel Surya dari Baja Ringan

Ketika akan pasang Panel Surya di atap rumah, kendala utama yang dihadapi adalah dudukan tempat memasang baut. Kebanyakan gambar dan contoh panel surya di internet yang dipasang di atap sudah memiliki dudukan yang dipersiapkan sebelum genteng di pasang. Sementara, resiko bocor untuk membongkar ulang genteng rumah cukup besar.

Bermodal sisa potongan baja ringan, saya mencoba membuat dudukan sendiri. Baja ringan ini sama dengan yang digunakan untuk rangka atap rumah. Dudukan dari baja ringan ini sudah digunakan untuk menyangga panel surya 50 watt, seberang kurang lebih 5 kilogram.

Mounted Solar Panel

Bahan-bahan dan Peralatan

  1. Potongan sisa baja ringan, minimal 12 cm.
  2. Gergaji besi
  3. Bor baja
  4. Spidol dan penggaris untuk mengukur
  5. Mur dan baut, disesuaikan dengan panel surya

Cara Membuat

  1. Ukur dan potong baja ringan menjadi 4 bagian sama panjang

    Measure and Divide
    Baja ringan 15cm, dibagi menjadi 4 bagian
  2. Dengan menggunakan tang, tekuk 2 potong baja ringan, sehingga menjadi bentuk di bawah ini. Dalam foto ini, bagian atas adalah baja ringan sebelum ditekuk, dan bagian bawah adalah baja ringan sesudah ditekuk

    Bend Number 2
    Bentuk akhir baja ringan dan posisi lubang bor
  3. Dengan menggunakan bor baja, buat lubang di baja ringan:
    1. Untuk titik merah, pastikan jarak dari pinggir baja ringan sesuai dengan jarang lubang di panel surya
    2. Untuk titik kuning, sebaiknya baru dilubangi setelah pasak beton terpasang, agar jaraknya sesuai
    3. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran baut pasak beton untuk titik kuning, dan baut untuk panel surya untuk titik merah
  4. Pasang dudukan dan pastikan semua lubang sesuai. Panel surya siap di pasang di atas genteng
    Mounting from the other side
    Panel Surya siap di pasang di atap

Bikin Pot Hidroponik Dari Botol Air Mineral

Untuk yang bercocok tanam secara hidroponik, botol air mineral bekas bisa sangat berguna sebagai pot. Botol bekas ini bisa didapatkan dengan mudah, dan sambil bercocok tanam, kita juga turut membantu mengurangi sampah.

Pot Hidroponik Dari Botol Bekas

Bahan-bahan

  1. Botol air mineral bekas, bisa yang ukuran 1.5 liter atau 600 ml. Dalam contoh ini saya menggunakan ukuran 1.5 liter
  2. Sumbu kain flanel yang biasa digunakan untuk tanaman hidroponik. Sumbu ini bisa didapat di toko-toko hidroponik dekat rumah atau online
  3. Perkakas yang dibutuhkan adalah cutter dan gunting

Cara Membuat

  1. Potong botol air mineral bekas menjadi 3 bagian pada garis merah seperti gambar di bawah ini
    Cara Potong Botol Aqua Bekas
  2. Lubagi bagian atas botol yang sudah dipotong pada garis kuning. Lebar potongan sesuaikan dengan lebar sumbu. Masukkan sumbu dan balikkan bagian atas, seperti gambar di bawah ini
    Lubang Sumbu
  3. Isi cairan nutrisi hidroponik yang sudah siap dipakai pada bagian bawah botol. Masukkan bagian atas botol yang sudah dipasang sumbu ke bagian bawah, sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini
    Pot Hidroponik Selesai
  4. Pot siap digunakan.

Catatan

  1. Potongan bagian atas adalah opsional
  2. Bagian tengah dari potongan botol tidak dipakai
  3. Usahakan tinggi permukaan cairan hidroponik sedekat mungkin dengan lubang sumbu
  4. Tutup botol bisa digunakan bisa tidak

Kotak Lego Yang Mudah Untuk Dibawa

Untuk yang punya anak yang hobi main lego atau sejenisnya, tentunya masih ingat betapa repotnya mengajak anak pergi dan meninggalkan legonya di rumah. Belum lagi ketika sudah sampai di tujuan, si anak rewel karena kurang kegiatan, atau karena mau main lego di rumah.

Dengan kotak lego yang mudah dibawah ini, si anak bisa tetap dekat dengan legonya ketika sedang tidak di rumah. Ketika sampai di tempat tujuan pun, si anak tetap bisa sibuk dengan legonya. Ditambah, base plate di bagian atas bisa digunakan sama seperti base plate di rumah. Tempelan base plate di samping juga bisa menambah kreatifitas anak.

Bahan-bahan

Sesuai dengan prinsip dari bikinsendiri.web.id, saya sedapat mungkin menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Bahan utama dari kotak ini adalah kotak karton yang cukup besar, bisa kotak sepatu atau kotak kue bekas yang cukup kaku. Lalu bahan yang perlu dibeli adalah base plate lego atau yang kompatibel. Bahan-bahan selengkapnya:

Bahan-bahan

  1. Kotak yang cukup kaku. Instruksi ini menggunakan kotak bekas kue ulang tahun
  2. Base plate lego, atau yang sejenisnya. Ukuran disesuaikan dengan kotak yang digunakan. Instruksi ini menggunakan base plate EMCO ukuran 24×48 titik
  3. Tali untuk pegangan. Bisa menggunakan tali bekas tas belanja.
  4. Peralatan standar seperti penggaris, cutter, gunting dan lem
  5. Kopi bukan untuk pembuatan kotak, tapi untuk dinikmati selama membuat kotak.

Instruksi Pembuatan

  1. Ukur dan potong base plate sesuai dengan ukuran tutup kotak. Akan lebih mudah kalau base plate yang digunakan mendekati ukurang kotak. Instruksi ini menggunakan base plate dengan ukuran 24×48 titik. Untuk cara memotong base plate lego bisa dilihat di instruksi ini.
    Potongan Base Plate
  2. Tempel base plate lego pada tutup kotak dengan menggunakan lem chloroprene seperti Aibon, FOX atau sejenisnya. Sisa potongan base plate lego bisa juga ditempel di sisi samping tutup kotak untuk menambah kreatifitas.
    Base Plate Setelah Ditempel
  3. Selanjutnya adalah memasang tali supaya kotak mudah dibawa. Untuk memasang tali, buat 2 buah lubang di bagian bawah kotak, masing-masing di sisi kiri dan kanan. Masukkan tali dan baut simpul untuk menahan tali. Supaya lebih kuat, gambar dibawah ini menggunakan impraboard yang dipasang di sisi dalam bagian bawah kotak
    Pemasangan Tali
  4. Dan kotak pun siap digunakan. Selamat bermain lego.
    Tali Terpasang

Cara Mudah Potong Base Plate Lego

Base plate Lego atau sejenisnya memang susah-susah gampang untuk dipotong. Base plate ini terlalu keras untuk digunting, tapi terlalu rapuh untuk digergaji. Cara paling mudah untuk memotong base plate Lego adalah dengan menggunakan cutter dan penggaris besi.

  1. Dengan bantuan penggaris besi, buat tanda pada base plate di tempat yang akan dipotong dengan menggunakan cutter. Ulangi beebrapa kali hingga tanda cukup dalam.
    Potong Base Plate 1
  2. Tekuk kedua bagian base plate yang akan di potong dengan hati-hati. Apabila masih terasa sulit, ulangi langkah 1 di atas Potong Base Plate 2
  3. Setelah kedua bagian base plate bisa ditekuk, goyang-goyangkan kedua bagian base plate hingga putus. Bisa juga dibantu dengan gunting atau cutter.

Keseluruhan proses memakan waktu kurang dari 15 menit. Mudah bukan?

Mobil Pemadam Kebakaran dari Kotak Sepatu

Ide untuk membuat mobil pemadam kebakaran dari kotak sepatu datang ketika sedang beberes rumah. Hasil dari beebres, banyak kotak sepatu yang sudah tidak dipakai. Daripada dibuang, saya coba cari ide untuk memanfaatkan kotak sepatu ini. Dan, ketika muncul gambar mobil pemadam kebakaran, saya memutuskan untuk menyulap kotak sepatu menjadi mobil pemadam kebakaran. Kebetulan, anak kami juga tergila-gila pada mobil pemadam kebakaran, sehingga proyek ini bisa untuk mengisi akhir minggu.

Bahan-Bahan

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mobil pemadam kebakaran dari kotak sepatu bisa didapat di toko material dekat rumah, atau mungkin sudah ada di kotak perkakas di rumah:

  1. Kotak sepatu bekas
  2. Lem FOX, Aibon atau sejenisnya. Tidak disarankan untuk menggunakan lem super sejenis power glue
  3. Cat warna merah, biru, putih, kuning dan hitam. Bisa menggunakan cat kuda terbang yang bisa dibeli di toko material terdekat, atau cat poster supaya tidak berbau dan beracun.
  4. Perlengkapan mengecat seperti kuas, thinner, dll

Cara Membuat

  1. Ambil kotak sepatu, potong dan pisahkan tutupnya. Balikkan kotak sepatu dan gambar penanda seperti gambar di bawah ini. Sesuaikan ukuran dengan ukuran kotak sepatu supaya mobil pemadam kebakaran terlihat proporsional
    Sketsa garis mobil Pemadam Kebakaran
  2. Ambil tutup kotak sepatu. Gambar 4 buah lingkaran untuk roda. Apabila ingin menggunakan lampu, buat garis paralel seperti gambar dibawah ini. Sesuaikan panjang garis dengan lebar kotak sepatu. Aturan dari ukuran bagian lampu adalah sebagai berikut:
    1. Sisi A dan sisi C harus sama panjang. Rekomendasi: 1 cm
    2. Sisi B harus lebih pendek dari sisi D. Rekomendasi sisi B: 0.5-0.7 cm, sisi D: 1-1.5 cm
    3. SIsi E harus lebih pendek dari sisi A. Rekomendasi sisi E: 0.5 cm

    Lampu dan Roda

  3. Potong roda dan lampu pemadam kebakaran dari tutup kotak sepatu sesuai garis. Untuk lampu, tekuk sepanjang garis dan lem sisi E dibawah sisi A sehingga membentuk trapesium
  4. Cat kotak sepatu, roda dan lampu sesuai gambar dibawah ini
    Pemadam Kebakaran Setelah Di Cat
  5. Setelah kering, tempel roda dan lampu. Mobil pemadam kebakaran pun sudah selesai

Pengembangan Lebih Lanjut

Untuk membuat mobil pemadam kebakaran ini lebih menarik, ada beberapa pengembangan yang bisa dibuat:

  1. Lampu yang bisa menyala dan berkedip
  2. Suara sirine
  3. Roda yang bisa berputar
  4. Tangga di atas mobil pemadam kebakaran yang bisa naik turun dan berputar

Bikin Dudukan Kamera Sepeda

Hobi olahraga sepeda? Punya kamera seperti GOPRO atau SJCAM untuk merekam aksi bersepeda? Tapi bingung karena dudukan bawaan kamera tidak cukup untuk di pasang di stang sepeda? Paling tidak, itulah yang terjadi pada saya. Entah kenapa, dudukan bawaan kamera SJ4000 tidak cukup untuk di pasang di sepeda Polygon Helios 400.

Sambil pikir-pikir cara untuk pasang kamera di sepeda, saya menemukan beberapa artikel cara bikin dudukan kamera untuk sepeda. Beberapa artikel menggunakan barang bekas yang mudah ditemukan, seperti botol air minum kemasan. Bongkar-bongkar sekitar rumah, ternyata menemukan bahan yang lebih baik dari botol air kemasan, yaitu plastik bekas botol obat.

Dudukan kamera bikinan sendiri ini telah diuji dengan bersepeda sejauh 106km dari Karawaci menuju Anyer. Hasilnya bisa dilihat di video di bawah ini.

Berminat untuk bikin? Silahkan baca instruksinya di bawah video.

Bahan-bahan

Botol Obat untuk Dudukan Kamera
Botol Obat untuk Dudukan Kamera
  1. Botol plastik. Bisa menggunakan botol air kemasan, atau botol plastik lainnya. Artikel ini menggunakan botol plastik bekas obat seperti gambar di samping
  2. Baut dan mur sesuai dengan ukuran tripod kamera. Untuk mendapatkannya, bawa kamera ke toko baut dan minta dicarikan baut yang sesuai.Panjang baut sekitar 1.5 cm.
  3. Cable tie 2 buah. Panjang disesuaikan dengan lingkar stang sepeda.
  4. Peralatan secukupnya, seperti paku, palu, obeng dan kunci pas

Cara membuat

  1. Potong bagian bawah botol. Buat 2 lubang di samping untuk cable tie, dan 1 buah lubang di bagian tutup untuk baut tripod. Lihat gambar di bawah ini. Untuk potongan sepanjang A dan B, sesuaikan jarak dan tinggi dengan lebar stem sepeda.
    Potongan dan Lubang Tampak Depan
    Tampak depan

    Potongan dan Lubang Tampak Samping
    Tampak Samping
  2. Setelah potongan selesai, masukkan cable tie ke masing-masing lubang di samping botol plastik. Pasang juga baut tripod dari bagian bawah, dan kencangkan dengan mur. Bentuk dari dudukan sepeda setelah dipotong dan dengan cable tie seperti gambar di bawah ini.
    DSC_1306 Mounting SJCAM Large Square
    Tampak Depan

    Setelah Dipotong dan Dilubangi - Tampak Samping
    Tampak Samping
  3. Ambil ban dalam bekas, lalu potong bentuk lingkaran atau bujur sangkar. Pasang karet ban bekas di atas mur. Karet ban bekas ini berungsi sebagai bantalan, agar kamera tidak terlalu goyang atau berputar lepas.
  4. Pasang kamera. Atur baut dan mur sehingga ketika kamera terpasang kencang, lensa kamera menghadap ke depan. Kencangkan baut dan mur setelah posisi yang pas didapat, lalu tes lagi untuk memastikan kamera masih menghadap ke depan.
    Dicoba dulu sebelum dipasang
    Coba dulu sebelum di pasang. Pastikan kamera menghadap ke depan ketika dikencangkan.
  5. Balut stem sepeda dengan karet bekas ban dalam, lalu pasang dudukan diatas karet ban dalam. Ikat cable tie dengan kencang, sehingga dudukan tidak bergeser/berputar.
  6. Coba bersepeda 1-2 km sambil memastikan dudukan dan kamera tidak bergeser atau berputar.

Selamat mencoba!

Bikin Sendiri Antena ADS-B

Antena Penerima ADS-BAutomatic dependent surveillance – broadcast (Disingkat ADS-B) adalah sistem pengawasan lalu lintas udara dimana pesawat secara aktif memancarkan posisi, arah, ketinggian, dan perubahan ketinggiannya. Informasi ini dipancarkan secara rutin, dan digunakan oleh pengatur lalu lintas udara untuk mengarahkan pesawat. Dengan penerima ADS-B, kita juga bisa menerima informasi ADS-B.

Artikel ini membahas cara pembuatan antena untuk menerima pancaran ADS-B dari pesawat. Informasi ADS-B dipancarkan di frekuensi 1090MHz, sehingga antena yang akan kita buat harus dirancang untuk frekuensi tersebut. Penulis menggunakan rancangan Dusan Balara di tautan ini.

Bahan-bahan

Kabel RG6
Kabel RG-6 Buatan INTRACOM
  1. Kabel RG6. Kabel ini biasa digunakan sebagai kabel antena TV. Setiap rumah biasanya punya sisa antena TV. Atau kalau tidak ada, kabel RG6 bisa di beli di toko elektronika terdekat. Minimal panjang 2 meter. Sebaiknya beli agak panjang untuk bisa mencapai penerima ADS-B
  2. Pipa PVC 1/2″ sepanjang minimal 1 meter.
  3. Penutup pipa PVC 1/2″
  4. Konektor sesuai pilihan. Contoh ini menggunakan konektor SMA
  5. Peralatan standar seperti bor, obeng, cutter, gunting, tang, dll

Instruksi Pembuatan Antena

  1. Potong kabel menjadi 8 elemen, masing-masing 21.6 cm. Kupas kedua sisi kabel hingga ke inti kabel, masing-masing sepanjang 5 cm, sehingga menyisakan bagian yang tidak dikupas sepanjan 11.6 cm. Lihat gambar di bawah ini untuk elemen kabel yang sudah dikupas

    Ukuran Elemen Antena
    Ukuran masing-masing elemen antena. Buat 8 buah elemen dengan ukuran seperti ini
  2. Sambung masing-masing elemen kabel, dengan memasukkan inti kabel ke antara lapisan terluar dan lapisan dalam berwarna putih. Hati-hati, jangan sampai inti kabel melubangi lapisan luar elemen kabel selanjutnya.

    Inti Kabel Menembus Lapisan Terluar
    Kalau lapisan elemen kabel tembus, rapikan inti kabel, dan tutup lubangnya dengan isolasi listrik
  3. Setelah kedelapan bagian kabel tersambung, biarkan ujung yang satu tetap terbuka. Sambungkan ujung lainnya dengan sisa kabel yang belum dipotong sebagai kabel transmisi. Caranya, kupas kabel transmisi sepanjang 5 cm, lalu sambungkan sama dengan cara menyambungkan elemen kabel lainnya.
  4. Ambil 1 buah tutup PVC, lalu lubangi dengan paku untuk memasukkan tali gantungan. Pasang tutup pipa PVC pada salah satu ujung pipa PVC
  5. Masukkan keseluruhan antena ke dalam pipa PVC melalui ujung yang terbuka. Untuk sementara, tutup dengan selotip.
  6. Ukur ujung kabel transmisi Hubungkan kabel antena dengan penerima ADS-B, lalu hidupkan penerima ADS-B untuk mencoba

Apabila percobaan berhasil, maka antena sudah bisa digunakan. Pasang antena di tempat setinggi mungkin untuk mendapatkan penerimaan sinyal ADS-B yang baik.