Bikin Sendiri Stasiun Cuaca Mandiri dengan NodeMCU

Pernalh lihat laporan cuaca di televisi atau di internet? Laporan cuaca ini sebenarnya dibuat dari gabungan beberapa sensor, ditambahkan dengan analisa dan prediksi yang dibuat berdasarkan data tersebut. Untuk analisa dan prediksi mungkin memerlukan ilmu pengetahuan tentang cuaca dan pengalaman. Tetapi, untuk membuat stasiun cuaca yang hanya mengumpulkan data hanya membutuhkan pengetahuan elektronika dan komputer.

Di Amerika banyak warga yang membuat stasiun cuaca sendiri, yang tergabung dalam program Citizen Weather Observation Program (CWOP). Data dari CWOP ini digunakan oleh NOAA (Badan cuaca Amerika) untuk penelitian, analisa dan prediksi cuaca. Alangkah baiknya juga apabila CWOP ini bisa di adopsi di Indonesia, dan datanya juga dimanfaatkan oleh BMKG.

Somebody has to start, right? Oleh karena itu saya memulai stasiun cuaca kerakyatan ini dengan membuat stasiun cuaca sendiri di rumah.

Kontroler: Antara Raspberry Pi, Arduino dan NodeMCU

Untuk project stasiun cuaca ini awalnya saya mempertimbangkan antara Raspberry Pi, Arduino dan NodeMCU.Raspberry Pi memiliki keuntungan karena berjalan dengan sistem operasi Linux. Sistem operasi Linux menyediakan level networking yang baik, dan pilihan bahasa pemrograman untuk memproses data sensor. Akan tetapi sistem operasi Linux membutuhkan daya listrik yang cukup besar, sehingga membutuhkan batere yang besar pula apabila dijalankan dengan panel surya.

Arduino dan NodeMCU memiliki kebutuhan daya yang lebih kecil. Kedua modul ini juga sudah memiliki regulator yang bisa menerima tegangan lebih besar dari 5v, sehingga bisa dihubungkan langsung batere. Arduino menggunakan mikrokontroler ATmega sedangkan NodeMCU menggunakan kontroler ESP8266. Apabila keduanya dibandingkan, ESP8266 memiliki keuntungan dengan ketersediaan WiFi dan konsumsi daya yang lebih rendah dengan kemampuan deep sleep. Sementara Arduino masih membutuhkan WiFi shield tambahan.

Sedikit catatan tentang konsumsi listrik. Stasiun cuaca ini akan memberikan pengukuran setiap 5-15 menit sekali. Di antara pengukuran, stasiun cuaca akan memasukin sleep mode untuk mengurangi penggunaan listrik, terutama apabila menggunakan panel surya. Arduino memang memiliki sleep mode. Tetapi, pengkabelan dan pemrograman sleep mode di Arduino lebih rumit, dibandingkan NodeMCU. Untuk NodeMCU, deep sleep hanya membutuhkan kabel dari pin D0 ke RST, dan dalam pemrograman cukup memanggil fungsin ESP.deepSleep.

Sensor Pengukuran Stasiun Cuaca

Selanjutnya, sampai stasiun cuaca bisa mengukur data-data cuaca, seperti suhu, kelembaban, tekanan udara, dan lain-lain, dibutuhkan beberapa sensor. Pemasangan sensor ini dilakukan secara beberapa tahap supaya kalau ada kendala bisa dengan mudah diperbaiki. Berikut daftar pengukuran, sensor dan tahapan pemasangan yang direncanakan:

  1. Suhu dan Kelembaban: DHT22. Sebaiknya menggunakan paketan sensor DHT22 yang sudah menempel di PCB dengan 3 kaki untuk menghindari kebutuhan komponen tambahan
  2. Tekanan udara: BMP280. Terdapan 2 jenis BMP280, dengan 4 kaki atau dengan 6 kaki. Sensor BMP280 dan DHT22 bisa digabung dengan menggunakan sensor BME280 denga harga yang lebih mahal.
  3. Arah dan kecepatan angin. Sensor ini sebenarnya terdiri dari 2 bagian, untuk mengukur kecepatan angin dan arah angin.
  4. Jumlah hujan. Saat ini saya masih mencari sensor yang tepat untuk mengukur jumlah hujan.

Catu Daya Stasiun Cuaca Mandiri

Setelah menentukan mikrokontroler dan sensor, untuk menjalankan stasiun cuaca dibutuhkan catu daya listrik. ESP8266 bekerja di tegangan 3.3v. Di dalam board NodeMCU v3 yang saya gunakan terdapat konektor micro USB dan DC converter sehingga tegangan 5v dari micro USB bisa digunakan untuk sumber daya ESP8266. Hal ini mempermudah sumber catu daya NodeMCU, dengan menggunakan charger telepon genggam dengan konektor micro USB.

Akan tetapi, tujuan akhir dalam stasiun cuaca ini adalah untuk memiliki catu daya sendiri. Meskipun dalam tahap pertama sumber catu daya yang digunakan masih berasal dari PLN, pada tahap akhir saya akan menggunakan panel surya dan batere rechargeable sebagai sumber catu daya. Untuk itu komponen yang sedang direncanakan:

  1. Panel surya dengan tegangan antara 5-6v, dan arus maksimum sekitar 400mA. Artinya saya membutuhkan panel surya sekitar 2.4 watt.
  2. Batere rechargeable. Pilihan sementara jatuh pada batere Lithium Ion (LiIon) atau yang lebih mahal Lithium Polymer (LiPo). Kedua batere ini memiliki tegangan keluaran 3.7v yang masih bisa diterima oleh NodeMCU. Kapasitas batere sendiri tidak terlalu penting, karena saya akan memanfaatkan kemampuan deep sleep NodeMCU yang hanya mengkonsumsi listrik sangat sedikit diantara pengukuran
  3. Solar Charge Controller. Komponen ini berfungsi untuk mengatur pengisian batere rechargeable dari panel surya, dan memindahkan sumber daya dari panel surya ke batere di malam hari. Beberapa pilihan adalah WEMOS Lithium Charge Controller atau kontroller berbasis TP4056. Kontroler WEMOS memiliki kelebihan karena bisa dihubungkan ke NodeMCU untuk memberikan pembacaan tegangan batere, tapi memiliki harga yang lebih mahal.

[Update 23 Desember 2018] Stasiun cuaca saat ini sudah menggunakan batere 18650 sebagai sumber daya pada poin 2, dan TP4056 sebagai charge controller pada poin 3. Detail penggunaan batere 18650 dan TP4056 bisa dilihat di tulisan ini.

Komunikasi Stasiun Cuaca Mandiri: Internet & Radio Amatir

Stasiun cuaca akan jauh lebih berguna apabila hasil pengukurannya bisa dikirimkan ke internet. Untuk menghubungkan stasiun cuaca dengan internet, saya memanfaatkan kemampuan WiFi dari NodeMCU untuk menghubungkan stasiun cuaca dengan WiFi di rumah, dan lalu ke internet. Sebagai protokol komunikasi, pilihan jatuh kepada format Automatic Packet Reporting System (APRS). Alasannya supaya data yang dihasilkan bisa terbaca oleh situs CWOP, sehingga saya tidak perlu membuat program web khusus untuk menampilkan hasil pengukuran.

Penggunaan komunikasi APRS ini juga membuka kemungkinan untuk mengirimkan hasil pengukuran melalui stasiun radio amatir. Hal ini akan membuat stasiun cuaca yang benar-benar mandiri.

Salah satu pilihan komunikasi yang cukup menarik adalah dengan menggunakan jaringan telepon seluler GSM. Ada beberapa modul yang tersedia untuk Arduino yang juga bisa digunakan oleh NodeMCU. Akan tetapi pilihan ini cukup mahal oleh karena biaya berlangganan paket data dari operator seluler. Kendala lainnya adalah daya yang dibutuhkan oleh modem GSM, sehingga membutuhkan panel surya dan batere yang lebih banyak.

Kotak Pelindung: Stevenson Screen

Terakhir, untuk melengkapi sebuah stasiun cuaca, dibutuhkan kotak untuk melindungi komponen-komponen dari cuaca itu sendiri. Standar dunia untuk stasiun cuaca adalah menggunakan Stevenson Screen, sebuah kotak dengan beberapa lubang sehingga angin bisa berhembus dengan bebas. Banyak instruksi untuk bikin sendiri Stevenson Screen.

Demikian ringkasan dari rencana stasiun cuaca dengan NodeMCU. Untuk memulai pembuatan stasiun cuaca mandiri dengan NodeMCU, silahkan melihat artikel berikutnya.

Cover Photo by John Westrock on Unsplash

Ber-eQSO di Room Nasional

eQSO adalah sebuah sistem komunikasi Radio over IP (RoIP) yang dikembangkan oleh penggiat radio amatir. Nama eQSO berasal dari Q-code QSO, yang artinya pertukaran informasi telah terjadi dalam dunia komunikasi radio. Penambahan huruf ‘e’ sehingga menjadi eQSO melambangkan bahwa komunikasi terjadi melalui internet, seperti halnya email.

Malam ini saya mencoba untuk pertama kalinya ikut NET Room NASIONAL di eQSO Indonesia. Rencana awal ingin mencoba gateway eQSO Pamulang. Tapi sepertinya malam ini eQSO Gateway Pamulang sedang tidak aktif. Akhirnya dicoba alternatif lain menggunakan aplikasi eQSO PMR Radio yang bisa diunduh di website PMR Radio atau melalui website ordigi.net. Setting dari aplikasi eQSO bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Sebelum menekan tombol PTT dan melakukan check in, saya mendengarkan 1-2 putaran NET untuk mengetahui siapa NET control malam ini dan menilai kualitas koneksi. NET control malam ini adalah YD6ROA dengan operator Aris.

“Sierra Papa Uniform, diulang, Sierra Papa Uniform”, saya memulai check in pada NET Room Nasional eQSO Indonesia dengan mengeja suffix callsign. Setelah menunggu beberapa saat, NET Control memanggil callsign saya. Pertukaran berita yang terjadi adalah volume microphone saya yang agak kecil, namun masih bisa terdengar.

Check in perdana malam ini berlangsung lancar. NET Control bung Aris pun menyambut saya sebagai peserta baru di NET Room Nasional eQSO Indonesia. Rencana selanjutnya adalah dengan melakukan NET Check In dengan menggunakan radio genggam apabila eQSO gateway Pamulang sudah kembali mengudara.

73 de YD0SPU

Setelah UNAR: Ijin Amatir Radio (IAR) dan KTA Orari

Jadi, setelah mendaftar Ujian Negara Amatir Radio, mengikuti bimbingan ujian yang diadakan oleh ORARI Daerah Jakarta (ODJ), saya akhirnya dinyatakan lulus dan mendapatkan Surat Kecakapan Amatir Radio (SKAR). Dengan sistem online ini hasil SKAR saya terima melalui email kurang dari 24 jam setelah Ujian selesai.

Selanjutnya setelah mendapatkan SKAR, waktunya mengurus Ijin Amatir Radio dan Kartu Tanda Anggota ORARI. Ijin Amatir Radio (IAR) ini semacam Surat Ijin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan, tapi bukan dikeluarkan oleh POLDA, melainkan oleh Dirjen SDPPI, Kementrian Komunikasi dan Informatika.  Nah, karena dikeluarkan oleh KEMENKOMINFO, yang juga menyelenggarakan UNAR, saya sempat berharap kalau IAR ini juga akan dikeluarkan secara online. Setelah menunggu 1-2 hari dan cek ke BALMON, ternyata IAR harus diurus melalui ORARI.

Berhubung alamat saya di Jakarta Selatan, maka saya menghubungi ORARI Lokal Jakarta Selatan. Oleh pengurus lokal saya diarahkan langsung ke ORARI Daerah Jakarta (ODJ). Alamat ORARI Daerah Jakarta bisa dicari di google map. Jam kerja ORARI Daerah Jakarta adalah Senin – Jum’at, dari jam 2 siang hingga 9 malam.

Persyaratan yang harus dibawa pada saat pengurusan IAR dan Kartu Tanda Anggota (KTA) ORARI untuk anggota baru tingkat siaga:

  1. Foto 3×4 sebanyak 6 buah, dengan latar belakang merah
  2. KTP asli atau fotocopy
  3. Surat Kecakapan Amatir Radio (SKAR)
  4. Membayar uang iuran untuk IARU, ORARI dan KEMENKOMINFO, seragam dan papan callsign, total sebesar Rp. 695.000

Di ODJ saya dibantu oleh Mbak Ros. Setelah menandatangani beberapa formulir, saya pun mendapatkan callsign YD0SPU. Belum resmi, karena IAR dan KTA masih belum jadi. “Mudah-mudahan akhir Oktober bisa jadi ya”, kata Mbak Ros.

Sampai jumpa di udara……..

Daftar Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) Online

Beberapa bulan yang lalu, saya dapat kabar kalau ORARI Daerah Jakarta (ODJ) berencana mengadakan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) tanggal 5 Agustus 2018. UNAR ini adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan Ijin Amatir Radio (IAR), sebuah ijin untuk mengoperasikan perangkat radio di frekuensi radio amatir.

Setelah menelpon ke ORARI Daerah Jakarta untuk syarat-syarat ikut ujian, ternyata dapat kabar kalau pendaftaran UNAR sekarang diurus langsung oleh Balai Monitor Dirjen SDPPI (BALMON). Dari website Dirjen SDPPI saya mendapatkan nomor telepon BALMON Jakarta. Saya disambungkan dengan Bapak Seno yang bertanggung jawab untuk pengurusan UNAR dan IAR.

Pak Seno menjelaskan kalau sekarang pendaftaran UNAR sudah bisa dilakukan secara online. Puji Tuhan, karena kalau harus ke BALMON, jaraknya cukup jauh. Berikut penjelasan dari Pak Seno tentang cara pendaftaran UNAR online:

  1. Syaratnya adalah memiliki alamat surel (email), softcopy pasfoto dengan latar belakang berwarna merah, dan softcopy KTP.
  2. Mendaftar melalui website: http://iar-ikrap.postel.go.id/
  3. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000, dibayarkan dengan cara transfer ke nomor rekening yang didapat setelah mendaftar melalui website diatas.
  4. Jadwal UNAR di Jakarta adalah tanggal 5 Agustus 2018.

Rencana pendaftaran UNAR dan pengurusan IAR secara online memang sudah diwacanakan sejak lama. Dan apabila pendaftaran UNAR dan IAR sudah bisa dilakukan secara online, semoga hal ini bisa membawa kemajuan untuk radio amatir Indonesia.

Nanti malam saya akan mencoba website tersebut untuk ikut UNAR. Nantikan update selanjutnya.

Catatan: Tulisan ini sudah diperbaharui tanggal 29 Mei 2019. Panduan pendaftaran UNAR 2019 sudah ditulis dalam tautan ini. Mohon pertanyaan dan komentar bisa diberikan di tulisan yang baru.

Bikin Sendiri Dudukan Panel Surya dari Baja Ringan

Ketika akan pasang Panel Surya di atap rumah, kendala utama yang dihadapi adalah dudukan tempat memasang baut. Kebanyakan gambar dan contoh panel surya di internet yang dipasang di atap sudah memiliki dudukan yang dipersiapkan sebelum genteng di pasang. Sementara, resiko bocor untuk membongkar ulang genteng rumah cukup besar.

Bermodal sisa potongan baja ringan, saya mencoba membuat dudukan sendiri. Baja ringan ini sama dengan yang digunakan untuk rangka atap rumah. Dudukan dari baja ringan ini sudah digunakan untuk menyangga panel surya 50 watt, seberang kurang lebih 5 kilogram.

Mounted Solar Panel

Bahan-bahan dan Peralatan

  1. Potongan sisa baja ringan, minimal 12 cm.
  2. Gergaji besi
  3. Bor baja
  4. Spidol dan penggaris untuk mengukur
  5. Mur dan baut, disesuaikan dengan panel surya

Cara Membuat

  1. Ukur dan potong baja ringan menjadi 4 bagian sama panjang

    Measure and Divide
    Baja ringan 15cm, dibagi menjadi 4 bagian
  2. Dengan menggunakan tang, tekuk 2 potong baja ringan, sehingga menjadi bentuk di bawah ini. Dalam foto ini, bagian atas adalah baja ringan sebelum ditekuk, dan bagian bawah adalah baja ringan sesudah ditekuk

    Bend Number 2
    Bentuk akhir baja ringan dan posisi lubang bor
  3. Dengan menggunakan bor baja, buat lubang di baja ringan:
    1. Untuk titik merah, pastikan jarak dari pinggir baja ringan sesuai dengan jarang lubang di panel surya
    2. Untuk titik kuning, sebaiknya baru dilubangi setelah pasak beton terpasang, agar jaraknya sesuai
    3. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran baut pasak beton untuk titik kuning, dan baut untuk panel surya untuk titik merah
  4. Pasang dudukan dan pastikan semua lubang sesuai. Panel surya siap di pasang di atas genteng
    Mounting from the other side
    Panel Surya siap di pasang di atap

Bikin Pot Hidroponik Dari Botol Air Mineral

Untuk yang bercocok tanam secara hidroponik, botol air mineral bekas bisa sangat berguna sebagai pot. Botol bekas ini bisa didapatkan dengan mudah, dan sambil bercocok tanam, kita juga turut membantu mengurangi sampah.

Pot Hidroponik Dari Botol Bekas

Bahan-bahan

  1. Botol air mineral bekas, bisa yang ukuran 1.5 liter atau 600 ml. Dalam contoh ini saya menggunakan ukuran 1.5 liter
  2. Sumbu kain flanel yang biasa digunakan untuk tanaman hidroponik. Sumbu ini bisa didapat di toko-toko hidroponik dekat rumah atau online
  3. Perkakas yang dibutuhkan adalah cutter dan gunting

Cara Membuat

  1. Potong botol air mineral bekas menjadi 3 bagian pada garis merah seperti gambar di bawah ini
    Cara Potong Botol Aqua Bekas
  2. Lubagi bagian atas botol yang sudah dipotong pada garis kuning. Lebar potongan sesuaikan dengan lebar sumbu. Masukkan sumbu dan balikkan bagian atas, seperti gambar di bawah ini
    Lubang Sumbu
  3. Isi cairan nutrisi hidroponik yang sudah siap dipakai pada bagian bawah botol. Masukkan bagian atas botol yang sudah dipasang sumbu ke bagian bawah, sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini
    Pot Hidroponik Selesai
  4. Pot siap digunakan.

Catatan

  1. Potongan bagian atas adalah opsional
  2. Bagian tengah dari potongan botol tidak dipakai
  3. Usahakan tinggi permukaan cairan hidroponik sedekat mungkin dengan lubang sumbu
  4. Tutup botol bisa digunakan bisa tidak

Server Virtual dengan Vagrant

Untuk orang-orang yang sering bekerja dengan pemorgraman, atau pengelolaan server, kebutuhan untuk server development adalah mutlak. Meskipun kadang lingkungan development bisa dipasang di laptop atau komputer pribadi, lingkungan development ini biasanya akan mempengaruhi kinerja dair sistem operasi utama komputer pribadi. Belum lagi kalau pada saat yang bersamaan ada beberapa client atau sistem yang harus dipelihara.

Server Virtual biasanya menjadi solusi. Dengan server virtual ini, kita bisa menjalankan sebuah server di komputer pribadi. Server virtual ini memiliki sistem operasi yang benar-benar terpisah dari sistem operasi utama, sehingga kita bisa dengan bebas melakukan eksperimen. Apabila eksperimen gagal, dan server virtual menjadi rusak, maka tinggal dihapus dan dibuat ulang. Tidak ada pengaruh pada sistem operasi utama komputer pribadi.

Namun, konfigurasi server virtual bukan hal mudah. Belum lagi apabila kita berkolaborasi dengan beberapa developer. Bisa jadi setiap developer memiliki server virtual dengan konfigurasi yang berbeda, sehingga bisa menghambat kelancaran development. Disinilah Vagrant memberikan solusinya.

Saya sendiri mengenal Vagrant ketika menjajaki cara menjadi editor tema WordPress. Sejak saat itu, saya memiliki beberapa server development untuk WordPress, Jekyll, PHP, Prestashop, dll. Berhubung saya menggunakan komputer yang berbeda di kantor dan di rumah, Vagrant membantu untuk memastikan konfigurasi server virtual yang sama di kedua laptop.

Secara umum, Vagrant memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Memastikan bahwa server virtual yang dibuat dengan berkas konfigurasi yang sama akan memiliki konfigurasi yang sama. Konfigurasi disini termasuk sistem operasi, dan software tambahan lainnya, seperti Apache, PHP, MySQL, bahkan WordPress dan Prestashop
  2. Vagrant bekerja berdasarkan satu atau lebih berkas untuk konfigurasi. Berkas ini berisi teks ASCII, dan berukuran beberapa kilobyte. File ini bisa dengan mudah di distribusikan menggunakan email atau bahkan Git
  3. Pustaka server virtual yang cukup banyak. Besar kemungkinan server virtual yang anda butuhkan ada di pustaka Vagrant yang bisa diakses di tautan ini. Tidak menemukan server virtual yang anda cari? Anda bisa juga bikin server virtual sesuai kebutuhan berdasarkan template yang ada di pustaka Vagrant
  4. Dan yang terakhir, semuanya ini gratis. Vagrant membutuhkan Virtualbox dari Oracle yang bisa diunduh dengan gratis di tautan ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Masih belum yakin? Dokumentasi Vagrant bisa di akses di tautan ini. Selamat mencoba dan menjadi lebih produktif.

Catatan Amazon AWSome Day Jakarta

At AWSome DayAWSome Day adalah sebuah acara yang diadakan oleh Amazon bersama beberapa sponsor partner, dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi dan kemampuan komputasi awan Amazon Web Service (AWS). Acara ini adalah yang ketiga yang diadakan di Jakarta. Sebagai pengguna Amazon Web Service, tahun lalu saya mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ini. Namun pekerjaan menghalangi saya untuk menhadiri AWSome Day tahun 2014. Ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri acara AWSome Day 2015 tanggal 8 September yang lalu, saya langsung berusaha mengosongkan jadwal di hari itu. Dan 10 menit sebelum acara dimulai, saya tiba di Hotel JS Luwansa, tempat acara AWSome Day berlangsung. Saya cukup terkejut melihat banyaknya orang yang hadir. Bukan hanya anak-anak muda, tapi juga orang-orang yang terlihat cukup berpengalaman di perusahaan besar. Kurang lebih ada sekitar 500 orang yang menhadiri acara ini.

Keynote Speaker

Secara umum acara berlangsung baik dan tepat waktu.  Makanan yang disediakan Hotel JS Luwansa juga cukup nikmat. Berikut ini beberapa catatan saya mengenai acara AWSome Day Indonesia tanggal 8 Agustus yang lalu:

  1. Pengenalan tentang AWS Lambda, layanan baru yang diluncurkan oleh Amazon Web Service pada bulan November 2014. AWS Lambda ini berupa worker yang akan diaktifkan berdasarkan kejadian-kejadian tertentu. Salah satu penggunaan yang menurut saya cukup menarik adalah dengan melakukan integrasi dengan Arduino/Raspberry Pi. Lambda worker lalu bisa merespon dan melakukan aktifitas tertentu berdasarkan hasil dari sensor Arduino.
  2. Kesempatan untuk berdiskusi dengan Solution Architect Amazon Web Service. Terdapat beberapa Solution Architect dengan spesialisasi tertentu yang sipa berdiskusi mengenai kebutuhan para peserta. Menurut saya, jumlah Solution Architect yang ada kurang sebanding dengan jumlah peserta yang hadir.
  3. Ternyata cukup banyak perusahaan lokal Indonesia yang sudah menggunakan Amazon Web Service. Beberapa diantaranya yang saya ingat dan sering saya gunakan: Kompas Cyber Media dan Traveloka. Hal ini membuat saya berpikir, kenapa tidak ada perusahaan komputasi awan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan harga yang lebih kompetitif?
  4. Program Amazon Activate untuk perusahaan-perusahaan kecil yang mau memulai bisnisnya (startup). Program ini menyertakan pelatihan gratis untuk memahami dan lab untuk mencoba kemampuan Amazon Web Service. Untuk mendaftar program ini  bisa dilakukan di tautan ini.
  5. Demo AWS CloudFormation untuk membantu konfigurasi perangkat di Amazon Web Service. Dalam demo ditunjukkan bertapa mudahnya untuk memasang aplikasi WordPress di Amazon Web Service. Hanya dalam waktu 15 menit, WordPress siap digunakan. Dan apabila diperlukan untuk konfigurasi WordPress di regional AWS lainnya (misalnya untuk Disaster Recovery), maka template yang sama bisa langsung digunakan.

Setelah acara selesai, rasanya tidak sabar untuk segera pulang dan merencanakan proyek selanjutnya dengan menggunakan AWS Lambda untuk melakukan proses berdasarkan sensor dari Arduino, atau menggunakan CloudFormation untuk melakukan migrasi blog WordPress ini. Nantikan instruksi-instruksi selanjutnya dengan menggunakan Amazon Web Service

Kotak Lego Yang Mudah Untuk Dibawa

Untuk yang punya anak yang hobi main lego atau sejenisnya, tentunya masih ingat betapa repotnya mengajak anak pergi dan meninggalkan legonya di rumah. Belum lagi ketika sudah sampai di tujuan, si anak rewel karena kurang kegiatan, atau karena mau main lego di rumah.

Dengan kotak lego yang mudah dibawah ini, si anak bisa tetap dekat dengan legonya ketika sedang tidak di rumah. Ketika sampai di tempat tujuan pun, si anak tetap bisa sibuk dengan legonya. Ditambah, base plate di bagian atas bisa digunakan sama seperti base plate di rumah. Tempelan base plate di samping juga bisa menambah kreatifitas anak.

Bahan-bahan

Sesuai dengan prinsip dari bikinsendiri.web.id, saya sedapat mungkin menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Bahan utama dari kotak ini adalah kotak karton yang cukup besar, bisa kotak sepatu atau kotak kue bekas yang cukup kaku. Lalu bahan yang perlu dibeli adalah base plate lego atau yang kompatibel. Bahan-bahan selengkapnya:

Bahan-bahan

  1. Kotak yang cukup kaku. Instruksi ini menggunakan kotak bekas kue ulang tahun
  2. Base plate lego, atau yang sejenisnya. Ukuran disesuaikan dengan kotak yang digunakan. Instruksi ini menggunakan base plate EMCO ukuran 24×48 titik
  3. Tali untuk pegangan. Bisa menggunakan tali bekas tas belanja.
  4. Peralatan standar seperti penggaris, cutter, gunting dan lem
  5. Kopi bukan untuk pembuatan kotak, tapi untuk dinikmati selama membuat kotak.

Instruksi Pembuatan

  1. Ukur dan potong base plate sesuai dengan ukuran tutup kotak. Akan lebih mudah kalau base plate yang digunakan mendekati ukurang kotak. Instruksi ini menggunakan base plate dengan ukuran 24×48 titik. Untuk cara memotong base plate lego bisa dilihat di instruksi ini.
    Potongan Base Plate
  2. Tempel base plate lego pada tutup kotak dengan menggunakan lem chloroprene seperti Aibon, FOX atau sejenisnya. Sisa potongan base plate lego bisa juga ditempel di sisi samping tutup kotak untuk menambah kreatifitas.
    Base Plate Setelah Ditempel
  3. Selanjutnya adalah memasang tali supaya kotak mudah dibawa. Untuk memasang tali, buat 2 buah lubang di bagian bawah kotak, masing-masing di sisi kiri dan kanan. Masukkan tali dan baut simpul untuk menahan tali. Supaya lebih kuat, gambar dibawah ini menggunakan impraboard yang dipasang di sisi dalam bagian bawah kotak
    Pemasangan Tali
  4. Dan kotak pun siap digunakan. Selamat bermain lego.
    Tali Terpasang