Eksperimen LoRa Sender – Receiver

Bulan lalu, dalam acara kumpul-kumpul rekan-rekan Amatir Radio di Sekretariat ORARI Lokal Jakarta Selatan, saya tergelitik dengan diskusi mengenai LoRa. Diskusi ini seakan membuka wacana yang sudah lama ingin saya coba.

LoRa merupakan singkatan Long Range. Sesuai namanya, LoRa adalah teknologi komunikasi radio untuk komunikasi jarak jauh, dengan penggunaan daya kecil (Low Power). Banyak sumber bacaan di Internet untuk mengetahui lebih dalam mengenai teknologi LoRa. Beberapa diantaranya:

Untuk eksperimen ini, saya menggunakan board LILYGO T3 V1.6.1 versi 433 MHz yang saya pesan dari CNC Store (Shopee atau Tokopedia). Board LILYGO ini datang dengan kotak, pin header, display OLED, konektor batere dan antena. Cukup lengkap untuk memulai eksperimen. Kalau mau yang lebih lengkap lagi, ada yang sudah memiliki GPS receiver sehingga siap untuk LoRa APRS Tracker, dengan harga yang lumayan mahal.

LoRa Board LILYGO T3 V1.6.1 433 MHz

Sebagai eksperimen pertama, saya mencoba membuat LoRa Sender dan LoRa Receiver. Anggap saja ini sebagai “hello world”, dimana sebuah perangkat LoRa berperan sebagai Sender (Tx) dan perangkat lainnya berpertan sebagai Receiver (Rx). Perangkat Tx akan mengirimkan pesan berupa angka yang akan ditampilkan pada display OLED perangkat Rx.

Instruksi dan source code dari eksperimen ini ada pada tautan GitHub LiliGO. Berikut ini adalah beberapa catatan modifikasi dalam mengikuti instruksi dari GitHub LiliGO:

  1. Source code Sender dan Receiver ada di lokasi examplex/ArduinoLoRa. Disarankan untuk mengunduh seluruh Repository GitHub untuk memudahkan perubahan.
  2. Pada masing-masing Sender dan Receiver, terdapat modifikasi yang perlu dilakukan pada berkas utilities.h. Apabila menggunakan board LILYGO T3 V1.6.1, maka baris nomor 25 harus di-uncomment seperti gambar di bawah ini
  3. Pada berkas LoRaSender.ino dan LoRaReceiver.ino, cari baris yang diawali dengan ‘#define CONFIG_RADIO_FREQ’. Angka baris ini menunjukkan frekuensi yang akan digunakan. Tentunya frekuensi yang digunakan harus sama antara Sender dan Receiver. Dalam contoh ini saya menggunakan frekuensi 432.150 MHz.

Dalam lanjutan eksperimen ini, saya akan mencoba melakukan walking test untuk melihat seberapa jauh jangkauan LoRa ini.

Selamat mencoba. 73 de YC0SPU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *